Friday, 23 April 2010

Bapakku...

Sesosok tubuh terbaring lelah dengan peluh mengucur deras dari keningnya
Inikah lelaki yang menitipkanku dirahim ibuku?
Yang disaat siang menghabiskan waktunya untuk menghidupiku
Di malam hari duduk bersamaku mengajarkan hikmah pengetahuan dan perjalanan hidupnya


Dialah yang mengatakan bahwa kehidupan adalah kegelapan tanpa keinginan
Dan semua keinginan adalah buta jika ia tanpa pengetahuan
Dan pengetahuan adalah kosong jika tanpa disertai kerja keras


Aku hanyalah seorang anak yang bergantung kepadamu
Seorang anak yang masih berusaha untuk belajar diantara buku-bukunya
Yang tidak tau kemana harus melangkah, mencari apa yang tidak kumengerti
Meraih apa yang tidak kuinginkan


Aku membutuhkan dukungan dan bimbinganmu bapak..
Cukup kata-kata yang mengiringi detak jantung dan aliran darahku..
Menyertai proses berpikir otakku..

Sunday, 18 April 2010

Jeans

Apa yang terfikir jika saya sebutkan kata "Jeans"? di benak saya langsung terlintas celana. tapi darimana jeans berasal? Jeans berasal dari Bahasa Perancis, bleu de genes, yang berarti Genoa berwarna biru. Genoa sendiri berarti "Genoa" kota yang memproduksi celana denim di Italia, yang sebetulnya berasal dari Nimes di Perancis. Denim sendiri adalah bahan pembuat Jeans.

Monday, 15 March 2010

Rasa syukur menentukan kebahagiaan.

Rasa syukur untukku adalah obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan setiap kekecewaan. Seberat apapun beban yang kuhadapi, pasti akan terasa ringan jika aku memiliki rasa syukur yang lebih besar dari beban itu. Sebaliknya, seenak apapun suasana dan imbalan yang aku dapatkan nantinya,  maka aku akan tetap mengeluhkannya jika rasa syukurku atas semua kenikmatan itu terlalu kecil untuk menghidupkan lentera nikmat dalam hatiku. 

Contohnya, banyak orang dengan kedudukan dan imbalan tinggi yang masih mengeluhkan pekerjaannya. Dan banyak orang yang pekerjaannya bejibun namun tetap gembira meski bayarannya ’tidak seberapa’. 
 
Keluhan bukanlah monopoli orang-orang berkedudukan rendah. Kegembiraan juga bukan monopoli mereka yang jabatannya tinggi. Malah kita sering menyaksikan hal yang sebaliknya. Jika kita tidak kunjung bahagia dengan kehidupan kita, mungkin kita perlu bersyukur lebih banyak lagi. Mengapa? Karena rasa syukur sangat menentukan apakah kita bahagia atau tidak.  

Sekarang, coba bayangkan, bagaimana seandainya besok pagi kita kehilangan pekerjaan misalnya? Apakah hidup kita akan tetap baik-baik saja? Hmmmh, barangkali ini adalah saat yang tepat untuk kembali mensyukuri apapun yang saat ini kita miliki. 


Sudahkah aku bersyukur pagi ini?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...